SAK EMKM & Laporan Keuangan

Contoh Laporan Keuangan UMKM Sesuai SAK EMKM (+ Penjelasan Lengkap)

Ringkas

Laporan keuangan SAK EMKM terdiri dari tiga bagian: Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi, dan CALK. Artikel ini memberi contoh angka tiap laporan plus cara menyusunnya.

Saat usaha Anda mulai “naik kelas” - diminta bank untuk pengajuan pinjaman, dimintai klien korporat, atau perlu lapor pajak - pertanyaannya hampir selalu sama: “Mana laporan keuangannya?” Untuk UMKM di Indonesia, standar yang dipakai adalah SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah), yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan berlaku sejak 1 Januari 2018.

Kabar baiknya: SAK EMKM sengaja dibuat sederhana. Artikel ini menunjukkan contoh tiap laporannya dan cara menyusunnya. Untuk gambaran utuh dari pembukuan sampai pajak, lihat panduan lengkap laporan keuangan UMKM.

3 laporan wajib menurut SAK EMKM

Banyak artikel keliru di bagian ini. Menurut SAK EMKM, laporan keuangan UMKM hanya terdiri dari tiga komponen:

  1. Laporan Posisi Keuangan (sering disebut neraca)
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Perlu dicatat: SAK EMKM tidak mewajibkan “Laporan Perubahan Ekuitas” atau “Laporan Arus Kas” terpisah seperti pada standar di atasnya (SAK ETAP/SAK EP). Penyusunannya memakai dasar akrual (transaksi dicatat saat terjadi, bukan saat uang berpindah) dan asumsi kelangsungan usaha (going concern). SAK EMKM diterbitkan DSAK Ikatan Akuntan Indonesia dan berlaku sejak 1 Januari 2018.

Tiga laporan ini saling terhubung, bukan berdiri sendiri. Laba bersih dari Laporan Laba Rugi menambah ekuitas di Laporan Posisi Keuangan. CALK menjelaskan angka-angka di kedua laporan tersebut. Kita akan lihat keterkaitan itu lewat satu contoh utuh di bawah.

1. Contoh Laporan Posisi Keuangan

Laporan Posisi Keuangan menunjukkan apa yang dimiliki usaha (aset), apa yang menjadi kewajiban (liabilitas), dan sisanya milik pemilik (ekuitas) pada satu tanggal tertentu. Pelajari lebih lanjut: cara menyusun Laporan Posisi Keuangan (neraca).

AkunJumlah (Rp)
ASET
Kas & setara kas22.400.000
Piutang usaha8.150.000
Persediaan14.600.000
Aset tetap (neto)37.900.000
Total Aset83.050.000
LIABILITAS & EKUITAS
Utang usaha11.300.000
Ekuitas71.750.000
Total Liabilitas & Ekuitas83.050.000

Prinsip kuncinya: Total Aset selalu sama dengan Total Liabilitas + Ekuitas. Kalau tidak seimbang, ada pencatatan yang salah.

2. Contoh Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi menunjukkan pendapatan dan beban selama satu periode (misalnya satu bulan atau satu tahun). Penjelasan lengkap: contoh laporan laba rugi dan cara membuatnya.

KeteranganJumlah (Rp)
Penjualan48.200.000
Beban Pokok Penjualan (HPP)(19.300.000)
Laba Kotor28.900.000
Beban usaha (gaji, sewa, listrik, dll.)(12.400.000)
Laba Bersih16.500.000

Kalau Anda belum yakin cara menghitung HPP, baca panduan cara membuat pembukuan usaha kecil lebih dulu - di sana komponen pemasukan dan pengeluaran dijelaskan dari nol.

3. Contoh Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Inilah komponen yang paling sering dilewatkan banyak aplikasi dan template lain - padahal wajib. CALK berisi penjelasan di balik angka. Contoh isi ringkas:

  • Pernyataan kepatuhan: “Laporan keuangan disusun sesuai SAK EMKM.”
  • Dasar penyusunan: dasar akrual, mata uang Rupiah.
  • Kebijakan akuntansi: metode persediaan (misalnya FIFO), metode penyusutan aset (garis lurus), dll.
  • Rincian pos penting: misalnya rincian aset tetap dan akumulasi penyusutannya.

Penjelasan lengkap ada di artikel khusus: Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).

Contoh utuh: satu usaha, tiga laporan yang nyambung

Contoh di atas memakai angka yang berbeda agar tiap laporan berdiri sendiri. Sekarang mari satukan dalam satu usaha agar terlihat bagaimana ketiganya saling terkait. Anggap “Toko Berkah Jaya” menutup buku tahun 2025.

Laporan Laba Rugi (1 Jan – 31 Des 2025):

KeteranganJumlah (Rp)
Penjualan180.000.000
Beban Pokok Penjualan (HPP)(108.000.000)
Laba Kotor72.000.000
Beban gaji(30.000.000)
Beban sewa(12.000.000)
Beban penyusutan(4.000.000)
Beban listrik & lain-lain(6.000.000)
Total Beban Usaha(52.000.000)
Laba Bersih20.000.000

Laporan Posisi Keuangan (per 31 Des 2025):

AkunJumlah (Rp)
ASET
Kas & setara kas38.000.000
Piutang usaha12.000.000
Persediaan25.000.000
Aset tetap (neto)36.000.000
Total Aset111.000.000
LIABILITAS & EKUITAS
Utang usaha16.000.000
Ekuitas95.000.000
Total Liabilitas & Ekuitas111.000.000

Perhatikan hubungannya. Ekuitas awal tahun adalah Rp75 juta. Selama 2025 usaha untung Rp20 juta (dari laba rugi). Pemilik tidak mengambil prive. Maka ekuitas akhir = 75 + 20 = Rp95 juta, persis seperti yang muncul di neraca. Itulah jembatan yang menghubungkan kedua laporan. Total aset (Rp111 juta) juga sama dengan liabilitas + ekuitas (16 + 95 = Rp111 juta), jadi neraca seimbang.

CALK (ringkas): laporan disusun sesuai SAK EMKM dengan dasar akrual; persediaan memakai metode rata-rata tertimbang; aset tetap disusutkan garis lurus (beban penyusutan tahun ini Rp4 juta, akumulasi penyusutan menjadikan aset tetap neto Rp36 juta).

Inilah yang dimaksud laporan SAK EMKM yang “nyambung”: angka di satu laporan bisa ditelusuri ke laporan lain. Bank dan kantor pajak memeriksa keterkaitan ini.

Cara menyusun laporan keuangan SAK EMKM

  1. Catat semua transaksi secara rutin (pemasukan, pengeluaran, utang, piutang, stok).
  2. Kelompokkan ke akun yang benar (kas, penjualan, beban, dll.) memakai sistem double-entry (debit-kredit).
  3. Susun Laba Rugi dari akun pendapatan dan beban.
  4. Susun Posisi Keuangan dari akun aset, liabilitas, dan ekuitas.
  5. Lengkapi dengan CALK.

Langkah 1–2 adalah pekerjaan yang paling memakan waktu kalau dilakukan manual. Di sinilah Ramelo menyusun jurnal dan laporan SAK EMKM otomatis: Anda cukup mencatat aktivitas usaha, dan ketiga laporan tersusun sendiri.

Kesalahan umum yang perlu dihindari

  • Mencampur uang usaha dan uang pribadi. Ini membuat semua laporan tidak akurat sejak akar. Pisahkan rekening sejak awal.
  • Melewatkan CALK. Laporan jadi tidak lengkap menurut SAK EMKM. Banyak template dan aplikasi melewatkannya.
  • Menganggap “Laporan Perubahan Ekuitas” atau “Arus Kas” wajib. Tidak, untuk SAK EMKM hanya tiga laporan.
  • Neraca tidak seimbang tapi dipaksakan. Kalau Aset ≠ Liabilitas + Ekuitas, jangan “dibuat pas”. Cari transaksi yang salah catat.
  • Mencatat pembelian aset sebagai beban. Mesin atau kendaraan masuk aset tetap dan disusutkan, bukan langsung jadi beban penuh.
  • Salah menempatkan persediaan. Stok yang belum terjual ada di neraca (aset), bukan di HPP.

Untuk apa laporan ini dipakai

Setelah laporan rapi, manfaatnya nyata:

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ketiga laporan harus dibuat sekaligus?

Idealnya ya, karena ketiganya saling terkait dan baru lengkap kalau bertiga. Tapi dalam praktik Anda menyusunnya berurutan: laba rugi dulu, lalu posisi keuangan, baru CALK sebagai penjelas.

Kenapa angka di laba rugi dan neraca harus nyambung?

Karena laba bersih menambah ekuitas. Kalau ekuitas di neraca tidak cocok dengan ekuitas awal ditambah laba dikurangi prive, berarti ada pencatatan yang salah. Pemeriksa (bank/pajak) memeriksa keterkaitan ini.

Apakah saya butuh akuntan untuk membuatnya?

Tidak wajib. SAK EMKM sengaja dibuat sederhana agar pemilik usaha bisa menyusunnya sendiri, terutama dengan bantuan aplikasi. Lihat aplikasi akuntansi UMKM terbaik.

Berapa lama periode laporan SAK EMKM?

Umumnya satu tahun (1 Januari – 31 Desember) untuk laporan resmi. Laba rugi menggambarkan satu periode penuh, sedangkan posisi keuangan menggambarkan kondisi pada tanggal terakhir periode.

Apakah usaha rugi tetap harus membuat laporan?

Ya. Laporan tetap disusun meski hasilnya rugi. Rugi mengurangi ekuitas di neraca. Justru saat rugi, laporan membantu Anda melihat penyebabnya dengan jelas.

Untuk gambaran utuh dari pembukuan sampai pemanfaatan laporan, kembali ke panduan lengkap laporan keuangan UMKM.