SAK EMKM & Laporan Keuangan

Manfaat & Pentingnya Laporan Keuangan bagi UMKM

Ringkas

Laporan keuangan membantu UMKM mengontrol biaya, memahami laba rugi, menghitung pajak, mengelola arus kas, dan mendapat pinjaman bank. DJPb Kemenkeu mencatat 10 manfaat utama - padahal mayoritas UMKM belum membuatnya.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia: sekitar 99% unit usaha, menyumbang 60,5% PDB, dan menyerap 96,9% tenaga kerja (DJPb Kemenkeu, 2024). Tapi ada satu kebiasaan yang menahan banyak dari mereka untuk naik kelas: tidak punya laporan keuangan. Artikel ini menjelaskan kenapa laporan keuangan itu penting dan apa saja manfaatnya.

Kenapa banyak UMKM mengabaikan laporan keuangan

Banyak pemilik usaha menganggap pembukuan rumit dan menyita waktu, sehingga keuangan usaha dan pribadi bercampur. Sebuah studi yang dikutip DJPb (Hasyim, 2013) menyebut 77,5% UMKM tidak memiliki laporan keuangan (DJPb Kemenkeu, 2024).

Akibatnya nyata: pemilik tidak tahu apakah usahanya benar-benar untung, sulit mengajukan pembiayaan, dan rentan kebobolan biaya. Padahal menyusun laporan keuangan kini tidak harus rumit - bahkan bisa dilakukan tanpa latar belakang akuntansi.

10 manfaat laporan keuangan bagi UMKM

Menurut DJPb Kemenkeu, laporan keuangan memberi setidaknya sepuluh manfaat bagi UMKM. Kami kelompokkan agar lebih mudah dipahami.

Mengelola operasional harian:

  • Mengontrol biaya operasional - tahu ke mana uang mengalir dan menekan pemborosan.
  • Mengelola arus kas - memastikan kas tidak kering saat harus bayar bahan atau gaji.
  • Mengontrol aset - memantau peralatan, kendaraan, dan barang milik usaha.
  • Meminimalisir risiko kehilangan produk, aset, uang, dan kecurangan.

Memahami kinerja usaha:

  • Mengetahui laba rugi usaha - apakah benar-benar untung, bukan sekadar “ramai”.
  • Mengetahui hutang piutang - siapa yang harus dibayar dan siapa yang harus menagih.
  • Mengetahui perkembangan bisnis - membandingkan kinerja antarperiode.

Mengambil keputusan & memenuhi kewajiban:

  • Mengalokasikan modal - menempatkan dana ke bagian usaha yang paling produktif.
  • Memperhitungkan pajak - menghitung kewajiban dengan benar. Untuk UMKM, ini terkait PPh Final 0,5%.
  • Mendapatkan pinjaman dari bank - laporan yang rapi memperkuat pengajuan, misalnya pengajuan KUR.

Tiga manfaat terakhir inilah yang biasanya mendorong UMKM “naik kelas” mulai serius dengan pembukuan: tuntutan pajak, kebutuhan modal, dan permintaan dari klien.

Laporan keuangan mana yang perlu disiapkan

Untuk UMKM Indonesia, standarnya adalah SAK EMKM, yang hanya mewajibkan tiga laporan: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK). Pahami dasarnya di apa itu SAK EMKM, dan lihat contoh utuhnya di contoh laporan keuangan SAK EMKM.

Untuk gambaran menyeluruh dari mencatat sampai melapor, lihat panduan lengkap laporan keuangan UMKM.

Dari mana mulai

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi akuntan. Mulai dari yang paling sederhana:

  1. Pisahkan uang usaha dan pribadi.
  2. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran.
  3. Susun menjadi laporan secara berkala.

Langkah praktisnya ada di cara membuat pembukuan sederhana usaha kecil. Jika mencatat manual terasa melelahkan, Ramelo menyusun jurnal dan laporan SAK EMKM otomatis dari aktivitas usaha yang Anda tulis dengan bahasa sehari-hari - sehingga kesepuluh manfaat di atas bisa Anda nikmati tanpa pusing istilah akuntansi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah UMKM wajib membuat laporan keuangan?

Tidak ada kewajiban umum bagi semua UMKM, tetapi laporan keuangan menjadi syarat praktis saat berurusan dengan bank (pembiayaan), pajak, dan klien korporat. Mengingat 77,5% UMKM belum membuatnya, yang melakukannya justru lebih siap “naik kelas”.

Apa manfaat laporan keuangan yang paling langsung terasa?

Mengetahui laba rugi yang sebenarnya dan mengelola arus kas. Keduanya membantu Anda tahu apakah usaha benar-benar untung dan memastikan kas cukup untuk kebutuhan operasional sehari-hari.

Apakah laporan keuangan membantu dapat pinjaman?

Ya. Salah satu dari sepuluh manfaat yang dicatat DJPb adalah “mendapatkan pinjaman dari bank”. Laporan yang rapi memperkuat pengajuan, terutama untuk KUR Kecil dan plafon yang lebih besar.

Saya tidak paham akuntansi, bagaimana mulai?

Mulai dari pembukuan sederhana: pisahkan uang usaha, catat masuk-keluar, lalu susun jadi laporan. Lihat cara membuat pembukuan usaha kecil. Aplikasi seperti Ramelo dapat menyusun laporannya otomatis.

Setelah memahami manfaatnya, mulailah dari fondasinya: panduan lengkap laporan keuangan UMKM.