SAK EMKM & Laporan Keuangan

Apa Itu SAK EMKM? Panduan Lengkap untuk UMKM

Ringkas

SAK EMKM adalah standar akuntansi resmi IAI untuk UMKM (berlaku 2018) yang hanya mewajibkan tiga laporan sederhana: Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi, dan CALK.

Kalau Anda pemilik UMKM dan pernah diminta “laporan keuangan sesuai standar”, standar yang dimaksud hampir pasti SAK EMKM. Artikel ini menjelaskan apa itu SAK EMKM dengan bahasa sederhana. Untuk gambaran besar pengelolaan keuangan usaha, lihat juga panduan lengkap laporan keuangan UMKM.

SAK EMKM adalah

SAK EMKM adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Ini adalah standar resmi penyusunan laporan keuangan untuk UMKM di Indonesia, diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2018.

Sederhananya, SAK EMKM adalah “aturan main” agar laporan keuangan setiap usaha disusun dengan cara yang sama. Tanpa standar bersama, satu usaha bisa menghitung untung dengan caranya sendiri, dan bank atau kantor pajak tidak punya patokan untuk menilai. Dengan standar, angka Anda bisa dibaca dan dipercaya pihak luar.

Tujuannya: memberi UMKM cara menyusun laporan keuangan yang benar tapi sederhana, tanpa kerumitan standar besar yang dipakai perusahaan publik. Standar ini disusun khusus untuk usaha yang belum punya departemen akuntansi, bahkan untuk pemilik yang mengerjakan pembukuannya sendiri. Anda bisa membaca soal lembaga penyusunnya langsung di situs Ikatan Akuntan Indonesia.

Untuk siapa SAK EMKM

SAK EMKM ditujukan untuk entitas yang belum mampu memenuhi standar yang lebih kompleks (standar di atasnya seperti SAK ETAP/SAK EP) - yaitu mayoritas usaha mikro, kecil, dan menengah. Jika usaha Anda sudah besar dan kompleks (misalnya akan go public atau punya akuntabilitas publik signifikan), Anda perlu standar yang lebih tinggi.

Sebagai gambaran kasar, usaha yang cocok memakai SAK EMKM biasanya punya ciri seperti ini:

  • Dimiliki perorangan atau kemitraan kecil, bukan perusahaan terbuka.
  • Transaksi relatif sederhana: jual-beli barang atau jasa, sedikit utang-piutang, sedikit aset tetap.
  • Belum punya tim akuntansi khusus; pencatatan dikerjakan pemilik atau satu staf.

Patokan ini bukan angka mati. Yang menentukan bukan semata omzet, melainkan apakah usaha Anda punya “akuntabilitas publik” (misalnya menghimpun dana masyarakat). Mayoritas warung, toko, bengkel, jasa, dan UMKM dagang masuk kategori yang dilayani SAK EMKM.

3 komponen laporan keuangan SAK EMKM

SAK EMKM hanya mewajibkan tiga laporan:

  1. Laporan Posisi Keuangan - posisi aset, liabilitas, dan ekuitas. Lihat contoh dan cara menyusun neraca UMKM.
  2. Laporan Laba Rugi - pendapatan dan beban selama satu periode. Lihat contoh laporan laba rugi.
  3. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) - penjelasan kebijakan dan rincian angka. Lihat pembahasan CALK.

Ketiganya disusun dengan dasar akrual dan asumsi kelangsungan usaha. Contoh utuh ketiganya ada di contoh laporan keuangan UMKM sesuai SAK EMKM.

Dua asumsi dasar: akrual dan kelangsungan usaha

Dua istilah ini sering bikin pemilik usaha bingung, padahal maknanya sederhana.

Dasar akrual artinya transaksi dicatat saat terjadi, bukan saat uang berpindah. Kalau Anda menjual barang hari ini tapi pembeli baru membayar bulan depan, penjualan tetap dicatat hari ini (sebagai piutang). Ini berbeda dari “dasar kas” yang hanya mencatat saat uang masuk atau keluar. Akrual memberi gambaran laba yang lebih jujur, karena penjualan dan biayanya muncul di periode yang sama.

Kelangsungan usaha (going concern) artinya laporan disusun dengan asumsi usaha akan terus berjalan, bukan akan dibubarkan dalam waktu dekat. Itu sebabnya aset dicatat sebesar harga perolehan, bukan harga jual cepat (harga obral).

SAK EMKM vs standar di atasnya

StandarUntuk siapaKerumitan
SAK EMKMUMKMPaling sederhana (3 laporan, tanpa arus kas/perubahan ekuitas terpisah)
SAK ETAP / SAK EPEntitas menengah tanpa akuntabilitas publikMenengah
PSAK / SAK penuhPerusahaan besar / publikPaling kompleks

Perlu dicatat, IAI sedang memperbarui tingkatan standar di atas SAK EMKM: SAK ETAP secara bertahap digantikan oleh SAK EP (Entitas Privat). Jadi anggap tabel di atas sebagai gambaran tingkatan, bukan daftar yang baku selamanya. Untuk UMKM, yang penting cukup satu hal: SAK EMKM adalah anak tangga paling bawah dan paling pas untuk dimulai.

Naik standar berarti naik kerumitan. Standar yang lebih tinggi mewajibkan laporan tambahan (arus kas, perubahan ekuitas) dan pengungkapan yang lebih rinci. Untuk sebagian besar UMKM, SAK EMKM sudah cukup dan justru paling pas. Anda baru perlu naik kelas standar ketika usaha sudah jauh lebih kompleks.

Apa yang membuat SAK EMKM “sederhana”

Dibanding standar yang lebih tinggi, SAK EMKM memangkas banyak kerumitan agar bisa dikerjakan pemilik usaha sendiri:

  • Hanya tiga laporan, tanpa arus kas dan perubahan ekuitas terpisah.
  • Pengukuran sederhana. Aset umumnya dicatat sebesar harga perolehan, tanpa penilaian ulang nilai wajar yang rumit.
  • Pengungkapan secukupnya. CALK cukup memuat pernyataan kepatuhan, dasar penyusunan, kebijakan akuntansi, dan rincian pos penting.
  • Bahasa yang lebih membumi, sehingga lebih mudah dipahami non-akuntan.

Penyederhanaan ini bukan berarti “boleh asal”. Laporan tetap harus akurat dan konsisten. Bedanya, Anda tidak dibebani aturan yang memang tidak relevan untuk usaha kecil.

Kenapa UMKM perlu SAK EMKM

  • Pajak - dasar pelaporan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. Lihat PPh Final UMKM 0,5% dan batas omzet pajak UMKM.
  • Pembiayaan - bank lebih percaya pada laporan berstandar saat Anda ajukan KUR atau kredit. Lihat laporan keuangan untuk KUR.
  • Klien & tender - laporan kredibel jadi syarat menjadi pemasok korporat.
  • Diri sendiri - bahkan tanpa pihak luar, laporan berstandar membantu Anda tahu untung sebenarnya dan di mana biaya bocor.

Menyusun laporan sesuai SAK EMKM secara manual butuh ketelitian. Ramelo menyusunnya otomatis - termasuk CALK yang sering dilupakan - dari transaksi yang Anda catat sehari-hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah UMKM wajib pakai SAK EMKM?

Tidak ada sanksi pidana khusus kalau usaha kecil belum menyusun laporan berstandar. Tapi begitu Anda berurusan dengan bank, pajak, atau klien korporat, laporan sesuai SAK EMKM hampir selalu diminta. Lebih baik membiasakan diri sejak awal daripada menyusun mundur saat sudah dikejar tenggat.

Apa bedanya SAK EMKM dengan pembukuan biasa?

Pembukuan (mencatat kas masuk-keluar) adalah bahan mentahnya. SAK EMKM adalah aturan bagaimana bahan mentah itu dirapikan menjadi tiga laporan resmi. Mulai dari pembukuan sederhana dulu, lalu naik ke laporan SAK EMKM.

Apakah SAK EMKM mewajibkan laporan arus kas?

Tidak. SAK EMKM hanya mewajibkan tiga laporan: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan CALK. Laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas terpisah baru wajib di standar yang lebih tinggi.

Saya jualan online lewat marketplace dan QRIS, apakah tetap pakai SAK EMKM?

Ya. Standar tidak membedakan saluran penjualan. Yang penting setiap penjualan dan biaya tercatat. Soal mencatat penjualan digital, lihat laporan keuangan dari QRIS.

Kapan usaha saya harus naik dari SAK EMKM ke standar yang lebih tinggi?

Saat usaha mulai punya akuntabilitas publik (misalnya menghimpun dana dari masyarakat) atau transaksinya jauh lebih kompleks sehingga tiga laporan sederhana tidak lagi memadai. Bagi mayoritas UMKM, momen itu belum tiba, jadi SAK EMKM tetap pilihan yang tepat.